Siap hidup.., siap mati

Siap hidup.., siap mati

Oke kita awali tulisan ini dengan quote

Orang yang tidak siap mati sesungguhnya adalah orang yang tidak siap hidup..!!

Pertanyaannya kenapa? karena “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati” (QS: Ali Imran 185). Hidup dan Mati adalah dua perkara yang tidak dapat dipisahkan. Tapi sadar gak sih banyak diantara kita yang lupa kalau kita bakal mati?, padahal mati itu adalah kejadian yang paling dekat dengan manusia.

Setiap hari kita melakukan aktivitas untuk tujuan agar kita bisa bertahan hidup. betulkan..? kita kerja cari uang untuk hidup, kita nabung juga untuk hidup (dihari depan), Makan ya untuk hidup, menikah ya untuk hidup dan menghidupi. Apa ini salah..? ya enggak dong itu sangat benar.., yang salah adalah kalau kita lupa untuk mempersiapkan KE-MATI-AN kita. Sehingga untuk mencapai tujuan hidup itu terkadang kita mengabaikan tujuan mati kita.

Nggak bisa dipungkiri rata-rata tujuan hidup manusia sekarang adalah MATERI (udah.. gak usah angkat bahu gitu). Semua diukur dari materi. Orang dianggap terhormat kalau punya materi, orang dibilang sukses kalau berlimpah materi, ¬†Orang yang turun dari becak sama yang turun dari mobil perlakuannya jelas beda. Bahkan coba deh tanya tu temen-temen yang udah pada merit, dulu calon mertua pertama kali tanya apa? pasti “Kamu kerja dimana?” atau “punya usaha apa?” (iyaa kann.., gak usah senyam senyum meringis gitu). Kenapa semuanya terfokus pada materi? ya jawabannya singkat saja.. “Karena manusia lupa MATI” ya nggak bro?. Kalau manusia ingat mati sih.. gak gitu-gitu amat ngumpulin materi.

Materi itu memang perlu bung.., tapi bukan dari situ penilaian kesuksesan manusia. eh pernah mikir gak sih kenapa Tuhan kasih kita perut itu luasnya cuma sejengkal? terus kalau kita gak makan sakit dan kekenyangan juga sakit? Tuhan cuma mau ngigatin bahwa kita itu adalah makhluk yang TERBATAS jadi jangan sampai kita menjadi makhluk yang MELAMPAUI BATAS. Agar perut jangan sakit karena lapar, ya usaha cari makan. Terus kalau udah bisa makan jangan berlebihan sampai kekenyangan nanti ujung-ujungnya sakit juga, makanya dibagiin itu makanan ke orang yang kelaparan. Jadi gak sama-sama sakit.

Nah analoginya juga sama dengan materi tadi, kita gak punya materi juga susah, kenapa? contoh kecilnya ni kalau kita gak punya baju sama sekali kan susah.. mau kemana-mana juga gak bisa (eh bukan gak bisa deng tapi gak boleh) mau ibadah juga susah (masa’ iya kita shalat tapi telanjang). Karena itu kita harus berusaha untuk mencari Rezeki yang udah dipersiapkan Tuhan untuk kita, nah tapi nanti kalau udah dapat rezeki dan berlimpah ruah jangan Rezeki itu ditelan sendiri, karena dulunya miskin banget sampe gak punya baju udah jadi orang kaya bajunya mewah banget, hiasannya macem-macem, modenya juga aneh-aneh ada yang potongannya miring, talinya cuma satu, atau ada juga itu mode baju yang panjang tapi serasa gak pake baju (maaf bukan nyindir.. cuma ngingetin doang) dan harganya Mahal…. minta ampun.., ya mbok berbagi dengan yang masih miskin. kan sama-sama enak

setelah mati
Sumber gambar : www.binabudi.wordpress.com

Mengingat mati itu penting, jadi kita tidak berbuat sesuka hati. karena semua bakal dipertanggung jawabkan. Materi yang berlimpah ayo sebagian ditabung untuk bekal mati (bekal mati bukan beli kain kapan atau peti mati). Hidup itu bukan cuma untuk mengumpulkan tapi juga untuk berbagi. Udah deh stop menilai orang dari Materi. Materi gak bakal dibawa kalau kita Mati (masa’ iya kita mati dikubur sama BMW, memang mau kemana mas.. rute BMW cuma di dunia doang). Yang suka hura-hura, pesta pora, cekikak cekikik (ini bahasa apa sih), foya-foya gak jelas, coba deh inget kamu bakal mati mudah-mudahan hidup kita bakal lebih terarah. caranya gimana? coba sering-sering ke kuburan (atau cari rumah dekat kuburan) eh ini bukan mau jadi pemburu hantu, tapi ini bisa membuat kita jadi ingat mati.

Mati itu gak jelas datangnya kapan, bisa jadi hari ini, besok atau 15 tahun lagi. Bisa jadi setelah nulis blog ini saya mati (eh bisa sajakan..), seringkan kita denger, atau lihat orang yang hari ini sehat-sehat saja eh besoknya dengar kabar udah meninggal. sebab kematian bisa macem-macem, kecelakaanlah, sakitlah, atau yang baru-baru ini gara-gara lembur 30jam akhirnya meninggal (saya turut berduka cita, apalagi saya juga sering begadang walaupun gak lembur). Terus apa iya kita masih bilang umur kita masih lama? gak ada jaminan mas/mbak. Taubat gak harus nunggu Tua, tiap hari kita harus taubat (karena tiap hari kita juga bikin dosa). Terus kalau kita nunggu tua baru taubat malah ribet tau gak sih. kenapa ribet? ya iyalah.. katakanlah kita diberi umur sampai tua, terus tua kita mau taubat, mau rajin shalat mau rajin ngaji, eh waktu tua kita mau ngaji mata udah gak jelas baca, mau shalat bacaannya udah lupa, mana fisik udah sakit-sakitan lagi. tuu kann ribet kan..

Dan satu hal lagi yang lebih dahsyat selain mati, tau? ya setelah kematian itu. Matinya udah ngeri.. apalagi setelah mati. Pertanggungjawaban bro.., ¬†jadi kalau kita udah wanti-wanti dari sekarang dan kita udah persiapkan bekal untuk kita mati insyaallah kita akan aman. Jangan bilang kamu nggak percaya “tanggung jawab setelah mati” atau kamu nggak percaya Tuhan itu ada (Atheis). Untuk membuktikannya gampang aja, coba kamu pergi kedaerah konflik terus ikut perang di sana pasti kamu yakin Tuhan itu ada. Karena “Gak akan ada Atheis di Medan Perang”. Semuanya pada panik kalau udah dikejar sama yang namanya kematian, semuanya ingin minta perlindungan, apalagi kalau ada bencana, gempa bumi, atau gunung meletus semuanya pada menjerit minta tolong? mau minta tolong sama siapa lawong semuanya pada panik. Itu menunjukkan kita butuh pertolongan yang Maha Kuasa mas bro.., tapi is okelah kalau kamu tetep gak percaya setidaknya nanti kamu bakal tau sendiri setelah mati

Jadi udah siap mati ni?

3 thoughts on “Siap hidup.., siap mati

  1. Pingback: Ade Iskandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + six =