Siapa Kita

Siapa Kita

Manusia yang yang hidup tidak bisa memilih di keluarga mana, bangsa apa, agama apa, suku apa, dia harus dilahirkan. Namun setiap manusia normal diberikan akal, akhlak dan hati untuk berfikir, bertingkah laku dan mempertimbangkan sesuatu tentang apa yang dia lakukan, jumpai, miliki dan hadapi.

Tuhan menciptakan perbedaan agar bisa saling mengenal dan manusia seharusnya mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan tentang Continue reading

Ketakutan ku

Ketakutan ku

Kadang-kadang aku tak habis pikir dengan generasiku saat ini, manusia lebih menjadi sebuah individu yang memiliki kebebasan mutlak atas dirinya, tanpa pernah mau tau dan bertanggungjawab kepada lingkungan, orang lain, bahkan kepada sang pencipta.

Lihatlah setiap hari terjumpai para manusia yang dengan sadar membuka auratnya. Seakan seakan itu adalah hak mutlak baginya untuk membuka atau menutupnya. Tanpa mau tau apa akibat dari membuka auratnya tersebut. Perkataan seksi yang di tujukan padanya seakan-akan sebuah kebanggaan. Seolah-olah menjadi standar keindahan tubuh dengan memperlihatkannya didepan umum bahkan terkadang sampai tanpa selehai benangpun yang menutupi. Dan hal itu tidak salah dalam pandangannya.

Coba perhatikanlah bagaimana ramainya jalanan dengan wanita yang memakai rok mini, baju ketat dan terbuka. Lalu perhatikanlah bagaimana mata para pria yang berbahagia melihatnya dan lihatlah wanita yang berbangga saat mata-mata itu memperhatikannya. Lalu sadarkah kita ada sebuah Dzat yang mahakuasa juga sedang mengawasi kita.

Apakah kita tidak perhatikan mengapa kekerasan seksual sering terjadi. Pemerkoaan, pencabulan bahkan pembunuhan sering terdengar ditelinga kita. Bahkan sebuah hal yang tak lazim kekerasan seksual terjadi antara ayah dengan anak, paman dengan keponakan, kakak dengan adik dan lain sebagainya. Lalu bagaimana pula dengan pelecehan seksual, bertebarnya gambar-gambar porno dan sejenisnya yang sudah menjadi hal biasa.

Bahkan jika ada sebuah pertanyaan mengapa pemerkosaan bisa terjadi? Pasti akan ada yang mengatakan (dari pihak wanita) “itu kesalahan pria, yang tidak bisa mengontrol hawa nafsunya” atau

(dari pihak pria) “Itu salah wanita, mengapa memakai pakaian yang mengundang nafsu syahwat”. Sebab terjadinya bisa banyak kemungkinan. Yang jelas itu semua karena pria dan wanita tidak berkerjasama untuk menghindari itu. Cobalah berfikir Continue reading

Hal kecil untuk yang besar

“Suatu saat sehabis pulang dari makan siang bersama temanku, aku membuka pintu kamarku dengan kunci yang biasa kupakai. tapi sayang pintu itu terbuka hanya setengah.., aku fikir mungkin ada sesuatu yang mengganjal di balik pintu itu. Dengan sedikit merampingkan badanku aku akhirnya berhasil masuk dan berusaha mencari benda yang mungkin mengganjal pintu kamarku. aku perhatikan dengan seksama tak ada benda yang mengganjal, aku kembali memaksa pintu itu agar terbuka.., namun tetap saja dia tidak mau terbuka lebar. lalu temanku gantian memeriksa pintu itu, kali ini dia tidak hanya melihat tapi juga meraba bagian bawah pintu itu dan hasilnya tak sia-sia, dia menemukan baut kecil mengganjal di sudut pintu. ck..ck..ck.. aku menggelengkan kepala, ternyata hanya sebuah baut yang kecil mampu mengganjal pintu hingga susah untuk di buka “

Begitulah keseharian yang sering terjadi di kehidupan kita. Terkadang kita selalu anggap remeh pada hal hal yang sepele atau hal yang kecil, namun sadarkah kita bahwa hal hal yang sepele itulah yang kemudian mempengaruhi hal-hal besar. tak jarang kita gagal dalam suatu hal hanya karena persoalan sepele, dan tak dipungkiri pula bahwa keberhasilan yang kita peroleh juga diawali oleh hal hal yang sederhana juga. sebagai contoh ketika kuliah hanya karena gara-gara ngantuk kita ogah untuk kuliah, kita berfikir “ah cuma satu hari aja kok..!!”, namun mungkn saja pada hari itu ada materi baru yang agak sulit di banding materi sebelumnya, karena tidak mengikuti dari awal, pada pertemuan berikutnya kita jadi gak tau apa yang harus dilakukan, selanjutnya jadi males masuk.. nah kalau sudah begitu bisa gagal pada matakuliah tersebut. dan bisa saja karena matakuliah ini gagal bisa menghambat matakuliah yang lainnya dan akhirnya jadi telat wisuda… dan begitu seterusnya. Continue reading

Jika Dalam Do’a “Tak Putus Meminta” Mengapa Dalam Berbuat Harus “Berputus asa”

Perjalanan hidup ini bukanlah dibangun dengan kata “Instan”. Semua Proses punya tahapan tertentu. Tahapan-tahapan itulah yang akhirnya membuktikan siapa yang bisa bertahan dan akhirnya meraih kemenangan. Keinginan keinginan yang kita miliki tak serta merta terwujud tanpa adanya sebuah proses atau yang lebih umum disebut dengan “usaha”.

Masalah yang bertumpuk tak jarang membuat seseorang merasa berputus asa, merasa tak mampu atau bahkan merasa tak berguna. namun sadarkah kita bahwa perasaan itu adalah bagian dari proses tahapan untuk meraih apa yang kita inginkan. haruskah kita larut dalam sebuah perasaan yang akhirnya melarikan kita dari tujuan awal. Siapa manusia yang hidup tanpa sebuah masalah..?, bahkan masalah itu lah yang membuat dunia ini menjadi lebih hidup. coba mari kita sejenak merenung dan berfikir.., jika sesuap nasi itu bukanlah “masalah” maka takkan ada manusia yang menghidupkan dunia dengan “Bekerja, karena jika ditanya manusia mengapa ia bekerja maka sebahagian besar akan menjawab mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.., yang salah satunya adalah untuk sesuap nasi tadi. Lantas apa yang harus dikesalkan dari masalah tersebut…?.

Namun…, manusia tetaplah manusia. sedaya mampunya pun berusaha tetap saja ada penentunya yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan memerintahkan manusia untuk berusaha dan berdo’a . Lantas apakah ini tak cukup agar kita tak berputus asa ..?,. Oleh karena itu berbarengan dengan usaha, janganlah lupa untuk berdo’a. dengan berdo’a akan timbul kekuatan dan semangat untuk melakukan apa yang kita inginkan.

nah…, jika memang dalam do’a kita tak putus meminta lantas mengapa dalam berusaha kita harus berputus asa. Bukankah do’a dapat terwujud dengan berusaha…!!!???. Kembali kepembicaraan awal.. hidup ini bukan terjadi secara ” instan” namun dengan tahapan. Sadarilah apa yang pernah kita raih agar kita tetap bersemangat. Kemudian syukurilah apa yang telah diberikan. begitu banyak nikmat yang telah kita rasakan lantas mengapa kita tetap berputus asa atau bahkan menyalahkan Tuhan. Karena itu mulai hari ini … jangan lagi berputus asa, jika itu terjadi kembalilah pada-Nya dalam do’a dan renungan mudah-mudahan kita akan mendapat hikmah dari setiap perbuatan yang kita lakukan

Manisnya kesuksesan (Sabar dan Bersyukur)

Suatu hari saat semangat ku mulai rapuh dan rasa putus asa itu kambuh, aku datang ke kos temanku disebuah panti asuhan. Dia mengajar di tempat itu. Kesederhanaan dan keikhlasan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Seperti biasa kami selalu berbagi dan bertukar pikiran bila ada masalah diantara kami. Hari itu dia tidak banyak berkomentar dan memberi masukkan, sesekali dia hanya mengangguk dan menyetujui hampir semua keluhanku. Sepertinya dia juga tidak bisa banyak berbuat untuk memecahkan masalah yang ku punya.

Esok harinya setelah sholat subuh.., kami ngobrol-ngobrol ringan sejenak sambil menyiapkan sarapan pagi seadanya. Aku juga sedikit merasa tak enak karena merepotkannya. Seusai itu diapun melakukan kegiatan rutinnya untuk mengajar. Tinggallah aku sendiri merenungi masalahku. Tak sengaja kubaca sebuah tulisan didinding kamarnya ”Orang-orang yang tidak pernah mengalami kesulitan dan kesusahan dalam Continue reading