Sudah sampai di manakah kita berhijrah?

Hijrah
Hijrah

Tahun baru Hijriyah merupakan tahun baru bagi umat Islam, sayangnya tahun baru ini malah sering terlupakan oleh orang Islam sendiri, khususnya orang Islam di Indonesia. Bukan hanya karena penanggalan resmi Negara Indonesia yang menggunakan Tahun Masehi, tapi lebih kepada kurangnya minat orang Islam untuk mendalami agamanya. Padahal fungsi tahun Hijriyah ini sangat penting, sebab berkaitan dengan jadwal Ibadah, seperti Haji, Puasa Ramadhan dan lain sebagainya.

Ironisnya para pemimpin-pemimpin umat Islam seakan tak peduli dengan hadirnya tahun ini. Lihat saja, apakah ada sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 Muharram (atau mungkin pernah ada tapi tidak diliput media)?. Tak seheboh penentuan 1 Ramadhan yang seakan-akan harus benar-benar melihat bulan, bisa berbeda hari jatuhnya, berbeda waktu shalatnya. Apakah ini menunjukan para pemimpin agama Islam kita ini (atau bahkan kita sendiri) hanya mau melakukan sesuatu jika diliput media, dilihat orang lain, agar dihormati, bermuatan politis. Padahal kalau dipikir-pikir bukankah seharusnya tanggal 1 Muharram inilah yang harus benar-benar diperhatikan, karena ini merupakan awal tahun. Yang dengan menentukan jatuhnya, dapat memperkecil perbedaan, karena telah menentukannya jauh jauh hari.

Lalu apakah kira-kira yang menyebabkan semua ini? akar jawabannya Continue reading

Berharap (pada Allah)


Berharap
Berharap kepada makhluk hanya akan membuat kecewa. karena sejatinya makhluk tak punya apa-apa. Semakin besar berharap, maka akan semakin kecewa bila tak dapat. Selain makhluk itu lemah dia juga bisa khianat.

Cukuplah berharap pada Ilahi, penguasa langit dan bumi. Apa yang diberinya selalu baik dan apa yang tak diberinya akan di ganti yang lebih baik. Dia Maha Tahu mana yang lebih baik karena itu tetaplah berprasangka baik.

Tidak terima pada sebuah keadaan yang di ridhai-Nya tak akan mengubah situasi. Kenyataan itu sebenarnya tidaklah pahit. Justru yang pahit adalah tidak bisa menerima kenyataan itu. Segala sesuatu itu adalah milik-Nya, maka mintalah kepada-Nya. Harta, kekayaan, jabatan bahkan keluarga dan orang-orang tersayang adalah miliknya. JIka dia mengambil kembali yang diberi-Nya  tidak ada yang bisa menahan-Nya. Dan ingatlah itu pasti baik. Tugas kita hanya berusaha dan memperbaiki diri (taubat). 

Bukankah jika pintu satu tertutup maka sebenarnya pintu lain telah terbuka?, Maka janganlah berfokus pada kegagalan dan kekecewaan tapi fokuslah pada perbaikan. Gagal hanya mengajarkan bagaimana seharusnya yang lebih baik.  Continue reading

Tukang Batu

Tukang Batu

Seperti hari-hari biasanya.., setiap minggu pagi saya menelepon ayah dan ibu saya. Untuk bertanya kabar mereka dan tentunya saling berbagi cerita. Hari ini kami membicarakan tangki air yang akan dipasang di rumah kami. Jadi untuk meletakkan tangki air tersebut ke tempat yang tinggi, kami sepakat untuk menggunakan semen yang dicor dengan ketinggian beberapa meter. Intinya air mengalir dengan baik dan tempat tangkinya juga kokoh.

Untuk keperluan membangun itu tentunya memerlukan bahan-bahan seperti semen, pasir, besi kecil, batu bata, dan kerikil. Ayah saya bilang batu kerikil susah di cari sekarang, agennya tidak bisa melayani pesanan jika hanya sedikit. Masuk akal  juga sih. Lalu ayah mencari alternatif lain, yaitu mengganti kerikil dengan batu padas. Kebetulan Abang saya punya  batu padas, karena dia juga berencana untuk me-renovasi sedikit dapur rumahnya. Waktu itu Ayah saya juga yang memesankan batu padas tersebut.

batu padas
Gambar batu padas, sumber http://batupadas.blogspot.com/

Taukan batu padas? iya batu alam yang biasanya diambil dari tebing-tebing batu. Saya bertanya pada ayah saya, berapa harganya jika memesan batu-batu padas seperti itu. Kata Ayah, harga batu itu Rp.100.000 satu meter, setidaknya mesan harus 5 meter. Mendengar harga 100.000 tersebut saya sedikit terkejut, ya gimana tidak terkejut, anda bayangkan saja begitu susahnya mengambil batu tersebut hanya dijual 100.000 per meter dan itupun sudah diantar ke rumah. Dan Ayah saya membenarkan keterkejutan saya itu. Katanya kalo kita lihat langsung ketempat pengambilan batu itu, begitu kasihannya kita melihat orang orang yang mengambil batu itu. Mereka memahat/memecah satu persatu batu sampai pada ukuran tertentu. kemudian mengangkatinya ke suatu tempat.

Belum lagi resiko yang harus ditanggung, seperti terkena percikan batu saat memecah, terkena palu atau pahat, apalagi sampai ketimpahan batu. “Nggak tega untuk menawarnya” kata Ayah bercerita pada saya saat mereka menyebutkan harga batu itu. sebab harga segitu itu memang sudah sangat murah dibanding dengan resiko dan cara mereka mengambilnya. Buat pemecah batu tradisional, cara mereka  mengambil batu masih mengandalkan cara manual yaitu dengan palu dan pahat. lain halnya dengan pemecah batu menengah, mereka sudah menggunakan bom untuk menghancurkan batu, kemudian baru memecahnya dengan pahat. Bagi pemecah batu profesional dan moderen tentu saja sudah menggunakan alat berat.

Mendengar cerita itu saya jadi sedikit merenung. Begitu mulianya Continue reading

Taubat, Kalau bukan sekarang.. kapan lagi?

Taubat, Kalau bukan sekarang.. kapan lagi?

Mau tunggu apalagi?

Ngomongin soal waktu ni sob, semua pasti setuju kalau waktu itu terus berjalan dan gak akan pernah kembali. Kita gak akan pernah bisa kembali ke waktu kita masih kecil, kita juga gak bisa kembali ke satu tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu dan seterusnya. yah tepatnya yang lalu memang harus berlalu. Nah pertanyaannya adalah.. “Apa yang sudah kita lakukan kemarin, satu minggu yang lalu, satu tahun yang lalu?”. Apa kita sudah berbuat baik sesuai dengan ajaran agama kita?

Nah kalau ngomongin Agama ni sob, pasti deh banyak yang ngomong.. “Udahlah.. agama itu urusan pribadi masing-masing sama Tuhan”, atau “Gampanglah.. Tuhan kan Maha pengasih dan Penyayang” atau malah “Udah gak zaman ngomongin Agama.., yang penting lo gak ngganggu orang lain.. cukup”, iya kan..?. Btw apa iya kita pantes ngeremehin urusan agama? lah apa iya kita anggap enteng urusan sama Tuhan. Gini aja deh Seandainya kita dapat undangan khusus dari Presiden untuk jamuan makan malam ke Istana, semua akomodasi ditanggung oleh presiden, Tapi waktunya cuma jam 09.00 malam, lewat dari itu presiden punya agenda lain, saya yakin deh kita pasti mengusahakan untuk hadir, seandainya ada kegiatan di jam tersebut pasti deh kita batalin atau kita tunda.. iya kan? ini baru presiden loh.. yang notabene masih manusia juga, tapi kita sebegitu hormatnya. Continue reading

Sombong…? gak pantes dong

Sombong…? gak pantes dong

Assalamualaikum Wr.wb, selamat jum’at mubarak rekan-rekan semuanya. Hari nan cerah ini saya mau ngomongin tentang S.O.M.B.O.N.G yap “sombong”. Sebelumnya saya juga sudah pernah nulis yang temanya tentang sombong juga, yang mau baca nih di sini Masih inget gak kenapa iblis diusir?

Oke, ngomong-ngomong tentang sombong, secara sengaja atau tidak sengaja pasti pernah kita lakukan atau kita alami. terkadang sombong itu tiba-tiba saja datang pada keadaan tertentu. yang sebenernya gak kita rencanain. Contohnya ketika satu bis sama kuli bangunan yang bajunya lecek. Ada kalanya kita berkata dalam hati “Ish.. ih..” atau yang lain-lainnya, itu sebenernya bagian dari kesombongan loh. iya kan…?

Tapi sebenernya memang Continue reading

Siap hidup.., siap mati

Siap hidup.., siap mati

Oke kita awali tulisan ini dengan quote

Orang yang tidak siap mati sesungguhnya adalah orang yang tidak siap hidup..!!

Pertanyaannya kenapa? karena “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati” (QS: Ali Imran 185). Hidup dan Mati adalah dua perkara yang tidak dapat dipisahkan. Tapi sadar gak sih banyak diantara kita yang lupa kalau kita bakal mati?, padahal mati itu adalah kejadian yang paling dekat dengan manusia.

Setiap hari kita melakukan aktivitas untuk tujuan agar kita bisa bertahan hidup. betulkan..? kita kerja cari uang untuk hidup, kita nabung juga untuk hidup (dihari depan), Makan ya untuk hidup, menikah ya untuk hidup dan menghidupi. Apa ini salah..? ya enggak dong itu sangat benar.., yang salah adalah kalau kita lupa untuk mempersiapkan KE-MATI-AN kita. Sehingga untuk mencapai tujuan hidup itu terkadang kita mengabaikan tujuan mati kita.

Nggak bisa dipungkiri rata-rata tujuan hidup manusia sekarang adalah MATERI (udah.. gak usah angkat bahu gitu). Semua diukur dari materi. Orang dianggap terhormat kalau punya materi, orang dibilang sukses kalau berlimpah materi,  Orang yang turun dari becak sama yang turun dari mobil perlakuannya jelas beda. Bahkan coba deh tanya tu temen-temen yang udah pada merit, dulu calon mertua pertama kali tanya apa? pasti “Kamu kerja dimana?” atau “punya usaha apa?” (iyaa kann.., gak usah senyam senyum meringis gitu). Kenapa semuanya terfokus pada materi? ya jawabannya singkat saja.. “Karena manusia lupa MATI” ya nggak bro?. Kalau manusia ingat mati sih.. gak gitu-gitu amat ngumpulin materi.

Materi itu memang perlu bung.., tapi bukan Continue reading