Manisnya kesuksesan (Sabar dan Bersyukur)

Suatu hari saat semangat ku mulai rapuh dan rasa putus asa itu kambuh, aku datang ke kos temanku disebuah panti asuhan. Dia mengajar di tempat itu. Kesederhanaan dan keikhlasan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Seperti biasa kami selalu berbagi dan bertukar pikiran bila ada masalah diantara kami. Hari itu dia tidak banyak berkomentar dan memberi masukkan, sesekali dia hanya mengangguk dan menyetujui hampir semua keluhanku. Sepertinya dia juga tidak bisa banyak berbuat untuk memecahkan masalah yang ku punya.

Esok harinya setelah sholat subuh.., kami ngobrol-ngobrol ringan sejenak sambil menyiapkan sarapan pagi seadanya. Aku juga sedikit merasa tak enak karena merepotkannya. Seusai itu diapun melakukan kegiatan rutinnya untuk mengajar. Tinggallah aku sendiri merenungi masalahku. Tak sengaja kubaca sebuah tulisan didinding kamarnya ”Orang-orang yang tidak pernah mengalami kesulitan dan kesusahan dalam perjuangan, maka dia tidak akan pernah merasakan manisnya sebuah kesuksesan” aku tak tau dari mana kata kata itu dicomotnya. Namun kata-kata itu sungguh menggetarkan dadaku. Rasanya semua keputusasaanku hilang seketika dan semangatku kembali lagi.

Kata-kata itu memang sedikit namun bermakna. Bagaimana kita akan merasakan manisnya sebuah hasil, sebuah kesuksesan dan sebuah kebahagiaan kalau kita tidak pernah merasakan pahitnya sebuah perjuangan, susahnya menggapai kesuksesan tersebut. Satu contoh kecil, bagaimana kita bisa mengatakan ayam panggang itu enak, lezat dan gurih jika kita tidak pernah makan makanan seperti ubi rebus, nasi campur kecap, nasi campur jagung dan lain sebagainya. Intinya memang sebuah kesyukuran dan kesabaran sungguh sangat dibutuhkan seorang manusia untuk menjalni kehidupannya.

Sejak saat itu aku berusaha untuk menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur dan sabar. Melihat segala sesuatu yang diberi tuhan merupakan sebuah rezeki dan anugrah terbaik. Walaupun hanya sepotong roti untuk mengganjal perut dalam sehari itu akan menjadi manis bila diiringi dengan rasa kesyukuran dan kesabaran. Aku masih ingat sebuah dalil mengatakan ”Tidak ada satu makhluk melata pun dipermukaan bumi ini kecuali Allah yang memberinya rezeki”, lantas mengapa mesti takut, Allah sudah atur, tinggal kita yang berusaha dan tidak lupa kepada-Nya. Namun bukan berarti kita untuk bermalas-malasan.

Mulai hari ini yuk kita coba untuk senantiasa bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Satu konsep dasar yang perlu kita ingat ”Apa tujuan kita hidup di dunia ini?” jawabnya Cuma satu ”Untuk mengabdi pada sang pencipta” itu saja. Jadi segala yang ada di dunia ini, segala yang ada pada kita itu hanya sebuah fasilitas untuk mengabdi kepadanya. Jika suatu saat itu di ambil maka itu adalah yang terbaik untuk kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + three =