Makna Hijrah di Tahun Hijriyah

Makna Hijrah di Tahun Hijriyah

Tanggal 1 Muharram 1435 bertepatan dengan tanggal 5 Nopember 2013 merupakan awal tahun yang baru bagi umat muslim sedunia. 1 Muharram 1435 yang sebenarnya telah datang pada waktu maghrib tanggal 4 Nopember 2013, sebab pergantian tahun baru hijriyah dalam kalender Islam adalah pada waktu Maghrib. Berbeda dengan tahun masehi yang berganti tepat pukul 00:00.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

– At Taubah(9):36 –

HijrahSebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah.Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab. (wikipedia)

Makna Hijrah atau pindah/berubah memang merupakan penekanan yang penting pada tahun baru Islam. Pergantian tahun harus diiringi dengan perubahan yang lebih baik. Baik itu berpindah secara fisik atau juga berpindah/berubah secara mental/moril. Tahun baru Islam bukanlah tahun yang dilewati dengan perayaan yang mewah dan megah namun berlalu begitu saja, Namun tahun baru Hijriyah merupakan ajang Muhasabah (Evaluasi) untuk menilai apa yang telah dilakukan. Kemudian mengambil langkah-langkah baru untuk berhijrah atau berubah kearah yang lebih baik.

Hijrah yang paling mendasar yang harus dilakukan adalah meng-hijrah-kan diri sendiri. Contohnya mungkin seperti perbaikan ibadah sholat. Yang belum lengkap sholat 5 waktunya coba untuk dilengkapi, Yang sudah lengkap shalatnya 5 kali sehari semalam, mungkin bisa diperbaiki waktu sholatnya yaitu sholat di awal waktu. Yang Sudah sholat diawal waktu coba untuk sholat berjamaah dan seterusnya. Begitu juga dengan perbuatan (amal) hendaknya terus diperbaiki, Yang dulunya pemarah coba untuk jadi peramah. Yang dulunya hobi gosip coba untuk berbicara seperlunya. Sahabat wanita yang dulunya belum berhijab, coba mulai digunakan.

Semua tau tidak ada manusia yang tidak pernah bersalah, oleh karena itu, maka tidak ada alasan untuk berputus asa melakukan perbaikan. Kita mesti terus meng-hijrah-kan diri kita keperbuatan yang lebih baik. Masa bodoh pada orang lain yang menganggap kita “sok suci”, “sok baik”, “alah paling cuma tahan seminggu”. Biarkan saja, toh kalau seandainya kita kembali terpeleset melakukan kesalahan yang sama setidaknya kita sudah mencoba. Penilaian Tuhan itu lebih adil kan, dan yang kita cari bukannya penilaian orang lain. Sudahlah.. gak perlu repot-repot mengharapkan penilaian orang lain, berharap pada orang lain itu akan menyakitkan. Lebih baik berharap pada Tuhan yang memiliki segalanya.

Semoga tahun ini kita bisa menjadi insan yang lebih baik, dan terus melakukan perbaikan. Terus saling mengingatkan dalam kebenaran, saling menasehati dalam kesabaran.

وَالْعَصْرِ [١٠٣:١]

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ [١٠٣:٢]

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [١٠٣:٣]

[103:1] Demi masa.
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

One thought on “Makna Hijrah di Tahun Hijriyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − ten =