Tukang Batu

Tukang Batu

Seperti hari-hari biasanya.., setiap minggu pagi saya menelepon ayah dan ibu saya. Untuk bertanya kabar mereka dan tentunya saling berbagi cerita. Hari ini kami membicarakan tangki air yang akan dipasang di rumah kami. Jadi untuk meletakkan tangki air tersebut ke tempat yang tinggi, kami sepakat untuk menggunakan semen yang dicor dengan ketinggian beberapa meter. Intinya air mengalir dengan baik dan tempat tangkinya juga kokoh.

Untuk keperluan membangun itu tentunya memerlukan bahan-bahan seperti semen, pasir, besi kecil, batu bata, dan kerikil. Ayah saya bilang batu kerikil susah di cari sekarang, agennya tidak bisa melayani pesanan jika hanya sedikit. Masuk akal  juga sih. Lalu ayah mencari alternatif lain, yaitu mengganti kerikil dengan batu padas. Kebetulan Abang saya punya  batu padas, karena dia juga berencana untuk me-renovasi sedikit dapur rumahnya. Waktu itu Ayah saya juga yang memesankan batu padas tersebut.

batu padas
Gambar batu padas, sumber http://batupadas.blogspot.com/

Taukan batu padas? iya batu alam yang biasanya diambil dari tebing-tebing batu. Saya bertanya pada ayah saya, berapa harganya jika memesan batu-batu padas seperti itu. Kata Ayah, harga batu itu Rp.100.000 satu meter, setidaknya mesan harus 5 meter. Mendengar harga 100.000 tersebut saya sedikit terkejut, ya gimana tidak terkejut, anda bayangkan saja begitu susahnya mengambil batu tersebut hanya dijual 100.000 per meter dan itupun sudah diantar ke rumah. Dan Ayah saya membenarkan keterkejutan saya itu. Katanya kalo kita lihat langsung ketempat pengambilan batu itu, begitu kasihannya kita melihat orang orang yang mengambil batu itu. Mereka memahat/memecah satu persatu batu sampai pada ukuran tertentu. kemudian mengangkatinya ke suatu tempat.

Belum lagi resiko yang harus ditanggung, seperti terkena percikan batu saat memecah, terkena palu atau pahat, apalagi sampai ketimpahan batu. “Nggak tega untuk menawarnya” kata Ayah bercerita pada saya saat mereka menyebutkan harga batu itu. sebab harga segitu itu memang sudah sangat murah dibanding dengan resiko dan cara mereka mengambilnya. Buat pemecah batu tradisional, cara mereka  mengambil batu masih mengandalkan cara manual yaitu dengan palu dan pahat. lain halnya dengan pemecah batu menengah, mereka sudah menggunakan bom untuk menghancurkan batu, kemudian baru memecahnya dengan pahat. Bagi pemecah batu profesional dan moderen tentu saja sudah menggunakan alat berat.

Mendengar cerita itu saya jadi sedikit merenung. Begitu mulianya Continue reading

kalian tau

kalian tau

Kalian tau .., untuk seorang lelaki sepertiku, dalam segala hal aku bisa percaya diri, tapi tidak untuk cinta. Entah kenapa…? rasanya tak sanggup untuk menatap wajah orang yang ku cinta. Aku selalu minder saat bertemu dengan orang yang menarik hatiku, padahal aku sadar dia juga manusia.

Kalian tau .., untuk sekedar bercanda aku bisa merangkai kata seindah mutiara.. tapi tidak saat aku benar-benar jatuh cinta, rasanya semua kata-kata hilang dan hanya tersisa tiga huruf saja,  yaitu ‘hai’, tapi sialnya tiga huruf itupun tak terucap sampai dia pergi. dan semua tiba tiba hening.

Ketika Cinta
While love true

Kalian tau …, saat dia berbicara pada ku, rasanya aku tak ingin waktu berputar. Aku ingin berlama-lama mendengar semua ocehannya, aku tak peduli semua itu penting atau tidak untuk ku. yang penting suaranya mengalir di telingaku, matanya menatapku dan semuanya ku rekam di dalam ingatanku. lebay ya..? (gak peduli)

Kalian tau …, jika aku harus memilih, antara mengerjakan seribu code program PHP, atau mencari Code cinta di hatinya, maka aku lebih memilih mengerjakan seribu code PHP. Kalian tau kenapa? karena sesulit sulitnya code PHP, pasti ada referensinya, tapi untuk memecahkan code sebuah hati, takkan ada referensi yang pasti. PHP itu logika, Cinta itu misteri

Tapi …, Kalian tau.., itu semua tak akan terjadi.., ya tak akan terjadi, sampai aku jatuh cinta